Di supermarket atau toko swalayan, buah impor ataupun buah lokal kini makin mudah ditemui di kios-kios buah di pinggir jalan. Tahukah anda bahwa buah-buahan itu telah lama beredar dari mulai pemanenan tetapi tetap kelihatan segar ? Tahukah bahwa buah-buahan tersebut di proses pelilinan ?
Pelilinan selain untuk memperbaiki penampilan kulit buah, pelilinan bertujuan untuk memperpanjang daya simpan, mencegah susut bobot buah, menutup luka atau goresan kecil, mencegah timbulnya jamur, mencegah busuk dan mempertahankan warna. Lilin ( wax ) yang digunakan untuk pelapisan harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu: tidak mempengaruhi bau dan rasa buah, cepat kering, tidak lengket, tidak mudah pecah, mengkilap dan licin, tipis, tidak mengandung racun, harga murah dan mudah diperoleh.
Komposisi Pelilinan Buah
1. Cera vlava ( lilin lebah )
2. TEA
3. Asam oleat
4. Air
Peralatan yang dibutuhkan : Wadah dan pengaduk
Pembuatannya
1. Perbandingan tertentu campur lilin + TEA + Asam oleat aduk rata
2. ( 1 ) + Air aduk rata
3. Siap dikemas dan langsung di gunakan
Pemanfaatan pelilinan pada buah yang baru di panen. Biasanya dilakukan pada pedagang buah atau untuk buah Ekspor / Impor. Khusus Ekspor / Impor, buah hasil panen terdahulu itu kemungkinan besar diawetkan terlebih dulu sebelum dikirim ke negara tujuan. Biasanya, buah tersebut dilapisi dengan sejenis lilin ini akan menghambat penguapan saat proses pembusukan buah. Lapisan lilin biasanya ditemui pada buah impor seperti jeruk, apel, pear, mangga dll.
Sebelum pelilinan, buah-buahan dicuci bersih dengan busa lembut untuk menghilangkan kotoran-kotoran pada permukaan kulit, kemudian ditiriskan hingga kering. Teknik yang paling popular atau komersial adalah penyemprotan atau dicelupkan. Setelah pelilinan, buah ditiriskan terlebih dahulu sebelum disimpan atau dipasarkan. Pelilinan biasanya dibarengi dengan penyimpanan suhu rendah untuk memperpanjang daya simpan.
Perlakuan terhadap buah yang diberi lapisan lilin sebelum di konsumsi harus dicuci dengan menggunakan sabun. Tanpa sabun, mustahil lapisan minyak pada lilin pelapis bisa luntur. Setelah dicuci bersih, buah harus dikeringkan. Jika sudah kering, simpanlah di lemari pendingin. Bungkuslah buah dalam plastik dengan porsi sesuai kebutuhan. Plastik penyimpan sebaiknya tidak sering dibuka tutup, sehingga buah akan segar lebih lama.

indri berkata,
Februari 13, 2009 pada 3:59 pm
pelilinan (wax) pada buah tu bahaya ga??
iwanmalik berkata,
Februari 14, 2009 pada 10:58 am
Silahkan baca lagi pada paragraf kedua, disitu dijelaskan tujuan dan persyaratan pelilinan pada buah. Formula kami sama seperti formula yang dipakai pelilinan buah-buahan impor.
kellyamareta berkata,
Februari 16, 2009 pada 3:09 am
mungkin memang sebaiknya kalo mo makan buah dikupas dulu.
mamas86 berkata,
Februari 19, 2009 pada 12:14 am
Wah jadi kalau beli buah di toko dan langsung di makan tanpa di cuci bahaya dong…
cenya95 berkata,
Februari 19, 2009 pada 12:59 am
thanx tipnya.
suwung berkata,
Februari 23, 2009 pada 1:00 am
kalo dikerok pake pisau keliatan tuh lilinya
mahardhika dewi berkata,
Februari 23, 2009 pada 2:06 am
kira-kira dampak yang bisa ditimbulkan bila kita mengkonsumsi buah pelilinan tanpa dicuci dulu apa yah??
hehe.. maaf klo banyak nanya….
trimaksi info yang sangt bermanfaat
iwanmalik berkata,
Februari 23, 2009 pada 3:15 am
Untuk rekan-rekan terima kasih atensinya
Sebenarnya pelilinan buah-buahan tidak mengandung racun karena menggunakan lilin lebah. Yang paling dikuatirkan buah-buahan itu rawan kandungan pestisida kemudian terlapisi lilin sehingga pestisidanya masih menempel pada buah. Kandungan pestisida inilah yang berbahaya bila sampai termakan, bisa menyebabkan banyak penyakit diantaranya kanker, leukimia, tumor, neoplasma indung telur dll.
Tips:
Cuci buah pakai sabun untuk menghilangkan lilin sekaligus kandungan pestisidanya. Khusus buah/sayur yang terkandung pestisida cukup di guyur dengan air, pestisidanya akan rontok.
Salam
DIAJENG berkata,
Februari 23, 2009 pada 9:06 am
bagaimana kalo buahnya di cuci pake mama lime aja…(*hayah promosi product nich diajeng )
ernalilis berkata,
Februari 24, 2009 pada 7:05 am
Ehm kalau lilinnya memang ditanggung bagus gitu nggak pa2.. tapi apa gak mungkin para pedagang itu menggunakan lilin sembarangan..yang berbahaya?
CIri pelilinan yang gak bahaya gimana? Sorry tanyanya banyak..
Salam kenal..
iwanmalik berkata,
Februari 24, 2009 pada 11:29 pm
Jenis-jenis lilin yang bisa dipakai untuk pelilinan buah :
-Malam putih/Beeswax (cera alba)
-Lilin Carnuba
-Shellac
-Malam kuning (Cera vlava)
-Lilin tebu
-Spermaceti
-Decco Wax Lustr Wax 231
-Semperfresh
Penggunaan lilin di atas tidak berbahaya & persentasinya kecil sekali.
Om Shani berkata,
Februari 25, 2009 pada 2:20 am
Bagus banget mas artikelnya……………
Salam kenal ya…….Mampir
kawanlama95 berkata,
Februari 27, 2009 pada 6:30 am
Wah mas terimakasih nih infonya. Suer baru tahu aku.Lam kenal ya
wandesty berkata,
Maret 1, 2009 pada 1:23 am
waduh?????? perutku dah banyak lilinnya nie…..
makasih tipsnya moga bermanfaat
lam kenal….
Tongkonan berkata,
Maret 3, 2009 pada 4:00 am
Oooo pake itu to untuk mengawetkan buah. Wah gawat nih.. saya jarang nyuci buah pake sabun.
gugunbakhtiar berkata,
Maret 5, 2009 pada 11:20 pm
mas…makasih ya infonya…pantesan kl beli buah yang skrang itu pada masih seger-seger…dan biasanya langsung dimakan tanpa di cuci dulu…thank..
dr. Ningsih berkata,
Maret 6, 2009 pada 10:18 am
Bagus nich infonya. Kalo misalnya makan apel sekaligus dgn kulitnya, efek sampingnya apa?
Btw makasih dah mampir di klinik sy. Ada yg baru lho di http://www.d0kt3rn1n9s1h.wordpress.com/
Salim Ali berkata,
Maret 6, 2009 pada 10:36 am
mantab share nya om, mau nanya nih…..di jakarta kira2 yang jual wax utk buah dimana ya ? aku lagi perlu nih soalnya.
makasih
Lukman, Arek Jombang berkata,
Maret 9, 2009 pada 10:22 pm
Trus, harusnya sebagai ‘pemakan’ buah2an, biasanya buah-buah apa saja yang dilapisi lilin yang beredar di pasaran??.
Dan kalau memang tidak membahayakan, jangka panjang buat kesehatan kita bagaimana? dan untuk anak-anak juga bagaimana dampaknya??
Thank u
iwanmalik berkata,
Maret 10, 2009 pada 6:23 pm
Terima kasih pada rekan-rekan yang telah memberikan komentar.
Pelilinan buah merupakan bagian dari pengawetan untuk menghindari kerusakan banyak zat yang berguna bagi tubuh.
Pengawetan makanan/minuman umumnya & buah khususnya harus memenuhi standart yang diijinkan sehingga tidak akan mengganggu kesehatan, karena pengawetan yang standart akan terurai/larut terbuang sewaktu kita buang air besar/kecil.
Sebenarnya pelilinan buah-buahan itu tidak mengandung racun karena menggunakan lilin lebah dan konsentrasinya pelilinannya sedikit sekali. Yang paling dikuatirkan buah-buahan itu rawan kandungan pestisida kemudian terlapisi lilin sehingga pestisidanya masih menempel pada buah. Kandungan pestisida inilah yang sangat berbahaya bila sampai termakan, bisa menyebabkan banyak penyakit diantaranya kanker, leukimia, tumor, neoplasma indung telur dll. Prosedur yang benar sebelum buah-buahan itu di proses pelilinan harus diguyur dengan aliran air, pestisidanya akan rontok.
Tips:
Cuci buah pakai sabun untuk menghilangkan lilin sekaligus kandungan pestisidanya.
Salam
fifi berkata,
April 20, 2009 pada 11:20 am
artikel2 kerren dech….jd pnasaran nich pa yg bwt artikelnya jg kerren..??
he……
slm knal dweh…..
sugeng berkata,
April 26, 2009 pada 7:25 am
Makasih atas infonya. Selama ini malah aq yng menganjurkan ke anak saya klo makan buah gak usah di kupas kulitnya. Tapi setelah membaca artikel ini, saya akan berpikiran lain lagi. Trim’s.
lala berkata,
Mei 4, 2009 pada 8:33 am
emangnya smw buah harus melalui tahap pelilinan dl g sih ??
kebetulan saya jg mau ambil judul penelitian ttg pelilinan pd buah jeruk garut,,
menurut anda bgmn ?? ap perlu saya lanjutin pnlitian ini ?? saya msh bingung..hehe
makasih,,
PAKYUDA berkata,
Mei 28, 2009 pada 5:49 am
Salam kenal pak Iwan, saya pak yuda.Pengen tahu berapa komposisi persis/tepatnya dari bahan-bahan untuk pelilinan tersebut.Terima kasih
trisna berkata,
Juni 21, 2009 pada 7:26 am
makasi, infonya b’guna bgt..
sy dengar, ada jg lilin untuk kerupuk spy ga b’minyak, apa benar?
amankah?
AntoMedan berkata,
Juli 28, 2009 pada 6:08 am
Salam Kenal pak,
saya tinggald Medan
dimana saya bisa beli bahan pelilinan tsb?
apa bisa d pakai untuk buah duku atau salak pak?
Nama kimianya apa pak?
thanks
mujiono berkata,
Juli 30, 2009 pada 7:51 am
Bagaimana cara mencampur lilin lebah,TEA, Asam Oleat , saya sudah praktekan setelah diaduk tidak bisa larut lilinnya. di artikel ini dicampur dulu ke tiga bahan baru dicampur air. mohon petunjuknya mungkin dengan suhu panas?
mujiono berkata,
Juli 30, 2009 pada 7:59 am
Dimanakah tempat yang biasanya menyediakan semperfresh, kalo bisa mohon dibantu untuk toko yang menyediakan di Jakarta
AntoMedan berkata,
Agustus 3, 2009 pada 8:05 am
pak Iwan Yth,
saya coba cari cera vlava dan sejenisnya di Medan tapi belum dapat,
mungkin pak iwan bisa bantu saya untuk mendapatkannya. kalau boleh saya minta email pak iwan atau no.hp
thanks
winda berkata,
November 1, 2009 pada 10:15 am
saya sangat tertarik dengan artikel anda.dulu kakak kelas saya pernah membuat edible film dengan plasticizer beeswax, tapi katanya kadar beeswax yang masuk dalam tubuh tidak boleh berlebihan.memang kadar maksimalnya berapa yang boleh masuk dalam tubuh.mohon segera dibalas ya…..saya butuh banget infonya.
Lydia berkata,
Desember 4, 2009 pada 6:23 am
Pak.. Saya mau nanya sebenarnya pelilinan thu apa? Dan berapa lama daya tahan buah yg udah mengalami pelilinan? Makasih atas infonya.. Tlg dbls y pak.. Saya sgt butuh infony buat karya ilmiah saya..
lisonpurba berkata,
Februari 18, 2010 pada 2:52 pm
Bapak, saya lison saya distributor semua jenis bahan baku lilin mau tanya komposisi untuk membuat lapisan lilin pada buah, dan saya mau tanya juga apa itu TEA, terima kasih ya pak
Jabon berkata,
Juli 20, 2010 pada 2:38 pm
cara nya bagai mana ya… dan apakah berbahaya…?
Erik Eneddy berkata,
Agustus 13, 2010 pada 3:54 pm
Pak Iwan, sabun apakah yang bisa dipakai untuk mencuci? Apakah sembarang sabun atau ada sabun yang justru jangan digunakan karena malah mengandung bahan yang non-edible?
Terima kasih
iwanmalik berkata,
Agustus 13, 2010 pada 11:29 pm
Mas Erik,
Sebenarnya bisa segala sabun, baik sabun cair maupun sabun padat.
Sabun adalah surfaktan yang digunakan untuk mencuci dan membersihkan, bekerja dengan bantuan air. Tanpa sabun, mustahil lapisan minyak pada lilin pelapis buah bisa luntur. Jadi akan lebih aman bila buah yg akan kita makan harus di cuci dulu…kan.
Salam
Erik Eneddy berkata,
Agustus 14, 2010 pada 12:38 am
Ooh.. Baiklah.. Saya tadinya cuman khawatir, mungkin ada beberapa sabun yang berbahaya bila tertelan. Baiklah, terima kasih Pak Iwan, untuk artikel dan tanggapannya.
Salam